Saturday, June 2, 2018

Menambahkan Program Startup di Windows 10

Menambahkan Program Startup di Windows 10 - Beberapa jenis program aplikasi dalam Windows akan menambahkan diri ke sistem startup secara otomatis ketika Anda menginstalnya, yang memungkinkannya untuk secara otomatis dijalankan ketika kita pertama kali menyalakan komputer. Program aplikasi yang umumnya dijalankan secara otomatis misalnya adalah antivirusyang memang dirancang khusus untuk aktif mendahului program lainnya untuk memberikan perlindungan pada sistem. Tapi tahukah Anda bahwa kita juga bisa menambahkan program startup kita sendiri?

Kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana cara menambahkan program startup di Windows 10, yang juga dapat kita lakukan pada versi Windows sebelumnya seperti Windows XP, Windows 7 atau Windows 8 dan 8.1.

Ada beberapa cara untuk menambahkan startup pada Windows 10. Untuk menambahkan program ke folder "Startup", kita dapat memanfaatkan shortcut dari Desktop atau dari Start Menu. Sebagai contoh, saya akan menambahkan sebuah program agar berjalan secara otomatis ketika komputer dinyalakan.

Pertama-tama, cari di Desktop shortcut aplikasi yang ingin dimasukkan ke Startup, copy shortcut tersebut dengan klik kanan pada shortcut dan pilih "Copy". Pada kasus lain jika Anda tidak menemukan aplikasi yang diinginkan, buka File Explorer dan arahkan ke Address bar, copy alamat berikut dan Paste ke Address Bar:

C:\ProgramData\Microsoft\Windows\Start Menu\Programs

Cari program aplikasi yang diinginkan dan copy. Pada contoh saya memilih program aplikasi Notepad++.

Kemudian buka Run di start menu atau dengan menekan tombol Windows + R. Ketikkan "shell:startup" tanpa tanda kutip dan klik OK.

Akan muncul File Explorer yang menampilkan folder Startup, klik kanan pada jendela dan klik Paste sehingga muncul shortcut Notepad++ pada folder tersebut.

Sampai langkah ini, kita sudah berhasil menambahkan program startup di Windows 10.

Selain itu, kita juga dapat membuat shortcut secara langsung pada folder Startup dengan cara:
Buka folder Startup > klik kanan > Pilih "New" dari menu pop-up dan kemudian pilih "Shortcut" dari submenu. Ketika tampil dialog Create Shortcut klik tombol Browse.

Lalu cari program aplikasi yang diinginkan di folder Programs yaitu file berekstensi .exe. Secara otomatis lokasi file exe dari program akan ditambahkan ke kotak lokasi, klik Next.

Masukkan nama yang kita inginkan untuk shortcut tersebut dan klik tombol Finish.

Pada saat Anda menyalakan komputer dan memasuki sistem Windows, program yang ditambahkan ke folder Startup akan secara otomatis dijalankan. Anda juga dapat menambahkan shorcut ke file dan folder (menggunakan cara yang sama seperti yang dijelaskan di atas) ke dalam folder Startup dan akan secara otomatis terbuka ketika komputer booting. Menambahkan program startup di Windows 10 memang sangat bermanfaat jika Anda memiliki program aplikasi yang memang rutin Anda gunakan setiap hari sehingga dapat mempersingkat waktu. Tapi perlu Anda ingat untuk tidak terlalu banyak membuat program startup karena dapat memperlambat waktu booting komputer.

Mengatasi Komputer Blank Hitam Saat Dinyalakan

Komputer blank hitam saat pertama kali dinyalakan merupakan masalah yang umum terjadi. Ada berbagai penyebab mengapa komputer kita hanya menampilkan warna hitam atau malah tidak ada respon sama sekali. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja komputer, baik dari sisi hardware maupun software. Tapi tidak perlu khawatir karena ada langkah-langkah mudah untuk menemukan permasalahan komputer yang hanya tampak blank hitam ketika pertama kali kita menyalakannya.

Mengatasi Komputer Blank Hitam Saat Dinyalakan


Berikut beberapa permasalahan umum yang sering terjadi pada beberapa merek komputer beserta cara mengatasinya:

1. Pertama adalah masalah hardware, baik dari monitor itu sendiri atau kabel listrik dan VGA. Masalah ini bisa terjadi kapan saja kita menggunakan komputer. Atau bisa jadi sistem memasuki safe mode atau hemat daya. Lakukan pemeriksaan berikut:

Matikan dan nyalakan kembali monitor dan tunggu satu atau dua menit untuk melihat apakah layar menyala dengan normal.
Menggoyangkan mouse atau menekan tombol pada keyboard hingga muncul tampilan layar.
Periksa catu daya atau kabel listrik ke monitor serta kabel yang menghubungkan monitor ke komputer (kabel VGA).
Pastikan keyboard sudah terhubung dengan baik ke komputer karena komputer biasanya tidak akan dapat menyala tanpa adanya keyboard.
Setelah pemeriksaan di atas, restart komputer dan lihat apakah komputer kembali normal.

Baca juga: Windows Safe Mode

2. Komponen dalam komputer (seperti kartu grafis atau VGA card) mungkin terlalu panas. Pada komputer lama biasanya memiliki sistem pendinginan berupa kipas yang sangat kuat. Saat ini, produsen beranggapan bahwa komputer digunakan sebagian besar di ruangan dengan AC sepanjang hari. Jadi mereka telah mengurangi kekuatan kipas yang digunakan untuk mendinginkan perangkat keras untuk mengurangi kebisingan. Ikuti prosedur berikut untuk mengatasi masalah ini:

Matikan komputer dan monitor.

Nyalakan AC atau menambah kipas angin di ruangan jika mungkin
Tunggu hingga 15-30 menit, restart monitor dan komputer.
Jika overheating adalah masalahnya, layar komputer harusnya akan menyala secara normal. Segera tambah sistem pendingin pada komputer Anda.

3. Jika Anda memasang komputer dan tidak bekerja, bisa jadi permasalahan berasal dari monitor berkualitas rendah atau catu daya yang rendah. Ada juga kasus ketika kita mengganti monitor, resolusi komputer sebelumnya yang terlalu tinggi juga tidak akan bekerja pada monitor beresolusi lebih rendah.

4. Perubahan pada hardware juga dapat mempengaruhi proses booting komputer. Driver corrupt atau rusak ketika menginstall perangkat keras baru juga dapat menyebabkan crash sistem. Hal ini disebabkan karena hardware yang tidak disupport oleh komputer. Untuk mengatasinya lakukan langkah berikut:

Lepas hardware yang baru dipasang dan uninstall semua driver perangkat keras yang baru ditambahkan.

Cobalah untuk mengembalikan sistem ke restore point sebelumnya.
Restart sistem komputer dan kembalikan konfigurasi sebelumnya ketika komputer masih berjalan normal dan stabil.
Jika perlu lepas semua perangkat peripheral eksternal seperti printer, kamera, scanner dan lain-lain hingga komputer dapat berjalan normal kembali.

5. Permasalahan pada VGA card atau kartu grafis. Pada titik ini, jika komputer Anda masih memiliki garansi mungkin lebih baik memanfaatkannya. Tapi Anda juga dapat melakukan langkah berikut untuk mengetahui permasalahannya:

Apakah VGA card yang Anda miliki adalah AGP/PCI? Apakah jenis VGA card tersebut kompatibel dengan sistem operasi Anda? Jika Anda cukup berpengalaman cobalah membuka chassis dan periksa VGA card, lepas dan pasang kembali.
Periksa juga pin pada slot VGA card dan pada motherboard. Pastikan bersih dan terhindar dari debu, tidak bengkok atau patah.

6. BIOS (Basic Input Output System). BIOS merupakan sistem dasar komputer yang mengontrol hubungan antara hardware dan software. Sistem ini bisa saja rusak. Anda dapat masuk ke Safe Mode untuk memeriksa sistem.

Mengatasi Komputer Blank Hitam Saat Dinyalakan

Tampilan untuk memilih Safe Mode

Coba nyalakan komputer dan masuk ke safe mode. Restart komputer dan perhatikan kondisi layar boot up sebelum muncul layar blank hitam.
Tekan tombol untuk masuk ke Safe Mode (tombol ini bervariasi tergantung merek komputer dan motherboard, umumnya adalah F1, F2, F8, F10, dll). Setelah muncul pilihan gunakan tombol panah untuk memilih Safe Mode dan tekan Enter.
Pilihlah "Last Known Good Configuration" untuk kembali ke kondisi sistem saat terakhir kali dapat digunakan dengan normal.

7. Sistem operasi rusak. Pastikan Anda menggunakan sistem operasi dengan upgradeterbaru dan secara rutin melakukan update sistem. Update ini sudah disediakan oleh produsen sistem operasi, misalnya Windows Update. Hal ini sangat penting karena update digunakan untuk memaksimalkan kinerja sistem operasi dan memberikan peningkatan perlindungan sistem.

8. Hard disk crash. Ini adalah salah satu alasan umum komputer yang hanya muncul blank hitam saat dinyalakan. Sebuah komputer baru akan berjalan cukup baik selama sekitar 2-3 tahun. Setelah itu akan lebih baik mengambil tindakan pencegahan untuk mengelola data sebelum adanya masalah pada hardisk. Backup juga sangat berguna jika harus menginstal ulang sistem atau mengganti hard disk baru. Tanda-tanda yang paling hardisk bermasalah yang paling mudah kita lihat adalah adanya suara dari dalam hardisk ketika komputer digunakan.

9. Selain hardisk, motherboard adalah komponen yang sering bermasalah. Permasalahan pada motherboard biasanya sulit dideteksi. Komputer seolah-olah berjalan normal, tapi tidak muncul tampilan di layar. Untuk memeriksanya, lakukan langkah berikut:

Buka casing komputer, nyalakan dan pastikan bahwa kipas CPU dan power supply berputar dengan normal. Jika bermasalah, periksa kabel koneksi atau segera ganti dengan yang baru.
Matikan komputer dan biarkan dingin. Cabut semua kabel dari sumber listrik.
Periksa seluruh bagian motherboard dan pastikan tidak ada bagian motherboard yang kontak dengan casing komputer yang menyebabkan konsleting.
Periksa RAM (Random Access Memory).
Buka pengunci prosesor, bersihkan dari kotoran dan ganti pasta pendingin CPU jika perlu.
Atur BIOS agar kembali ke konfigurasi default, yaitu kondisi seperti pertama kali kita membelinya.

Baca juga: Jenis-Jenis RAM Komputer

Komputer yang kita gunakan tampaknya selalu berjalan lancar, tetapi ketika crash dan bermasalah, kita baru memikirkan bagaimana cara memperbaikinya. Itulah sebabnya kita harus melakukan langkah-langkah pencegahan. Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan secara rutin ketika komputer kita masih dalam kondisi normal:

Buat backup secara teratur.
Buat jadwal harian pembuatan restore point, atau paling tidak satu bulan sekali.
Membuat boot disk.
Membuat salinan file-file penting atau software yang sering digunakan.
Pastikan komputer Anda selalu update, terutama software anti-virus.
Tempatkan komputer di ruangan yang berventilasi baik untuk menghindari overheating.

Dasar dan Pengenalan MikroTik


Mikrotik, sebenarnya nama ini merupakan nama sebuah perusahaan produsen software dan hardware router, menjadi produsen jaringan yang sangat terkenal di dunia IT. Nama Mikrotik juga digunakan sebagai brand produk mereka, yaitu MikroTik RouterOS dan MikroTik RouterBoard. Perusahaan ini berada di Eropa Utara tepatnya di Riga, Latvia.

MikroTik RouterOS
RouterOS merupakan produk dari Mikrotik yang berupa software. RouterOS berfungsi sebagai sistem operasi yang di-install pada PC/komputer. Sistem operasi ini akan mengubah komputer tersebut menjadi sebuah router dengan segala fitur yang sudah ada di dalamnya. RouterOS ini dibangun  berdasarkan Linux Kernel 2.6.

RouterOS saat ini sudah mampu men-support banyak driver dan perangkat seperti ethernet, ISDN, USB 3G Modem, V35, Wireless card, memory card hingga LCD. Sebagai sebuah sistem operasi, RouterOS sudah memiliki fungsi yang melebihi sebuah router biasa. Fitur-fitur yang dapat diakomodasi antara lain:

Routing
Firewall
User Management
Bandwidth limiter
Tunnel dan VPN
Network Tools (Ping, MAC ping, Torch, Watchdog, dll)

RouterOS ini memiliki beberapa jenis lisensi yang menentukan fitur-fitur yang dapat kita gunakan. Lisensi Mikrotik disimpan di dalam media penyimpanan di mana RouterOS terinstall seperti Hardisk, USB, compact flash, dll. Jika Anda ingin menginstall ulang RouterOS, jangan sekali-kali memformat hardisk Anda karena lisensi ini akan hilang. Solusinya adalah menginstallnya langsung dengan cara menimpa RouterOS yang sudah ada.

Level Lisensi MikroTik RouterOS:
Level 0 Free, gratis
Level 1 Demo, perlu registrasi
Level 3 WISP CPE, hanya lisensi volume
Level 4 WISP, $45
Level 5 WISP, $95
Level 5 Contoller, $250

Untuk melakukan upgrade, perlu diperhatikan bahwa MikroTik RouterOS memiliki batasan upgrade. Untuk Level 3 dan Level 4 dapat melakukan upgrade hingga 1 versi mayor. Level 5 dan Level 6 dapat di-upgrade hingga 2 versi mayor.

MikroTik RouterBoard
Mikrotik RouterBoard ini adalah produk hardware dari Mikrotik. RouterBoard ini dibuat untuk menggantikan PC/komputer. Dengan ukuran yang lebih kecil dan sederhana, RouterBoard tentu lebih efektif digunakan terutama di tempat-tempat yang sulit dijangkau seperti di puncak tower.


Terdapat banyak versi RouterBoard yang beredar di pasaran, kita dapat memilih sesuai dengan kebutuhan kita. Setiap seri memiliki interface yang berbeda. RouterBoard menggunakan sistem pengkodean tertentu yang menunjukkan seri dan fasilitas yang ada di dalamnya.
Contoh :

RouterBoard 432
4 : Kelas/seri RouterBoard
3 : Memiliki 3 port ethernet
2 : Memiliki 2 slot miniPC/Wireless

Biasanya, terdapat kode lain di belakang versi seperti RouterBoard 432 U yang berarti RouterBoard tersebut juga dilengkapi dengan USB port.
Kode lain yang secara umum terdapat di belakang versi:
U : USB port
A : Advanced (level lisensi di atas 4)
R : Terdapat wireless card embedded
H : High performance dengan processor yang lebih tinggi
G : Memiliki Gigabit Ethernet

Mikrotik RouterBoard memiliki beberapa jenis arsitektur yang berbeda berdasarkan hardware dan versi. Setiap versi harus di-install dengan software RouterOS yang tepat. Berikut adalah arsitektur yang dimiliki Mikrotik:

MIPSBE untuk arsitektur CRS series, RB4xx series, RB7xx series, RB9xx series, RB2011 series, SXT, OmniTik, Groove, METAL, SEXTANT
x86 untuk arsitektur PC / X86, RB230 series
PPC untuk arsitektur RB3xx series, RB600 series, RB800 series, RB1xxx series
MIPSLE untuk arsitektur RB1xx series, RB5xx series, RB Crossroads
TILE untuk arsitektur CCR series

Ada beberapa cara untuk mengakses MikroTik tergantung di mana Anda menginstallnya. Jika pada komputer Anda dapat langsung menggunakannya seperti komputer biasa, cara lain adalah menggunakan serial port, Telnet, SSH, FTP, WinBox, MAC-WinBox, MAC-Telnet, Web (http).

WinBox mungkin menjadi cara termudah mengakses RouterBoard/RouterOS karena kita tidak terlalu banyak dipusingkan dengan console. Dengan WinBox kita dapat mengorganisir Router dengan user interface yang mudah digunakan.

Mikrotik juga memberikan sertifikasi bagi siapa saja yang telah lulus ujian MikroTik. Terdapat beberapa program training dan sertifikasi yang disediakan oleh MikroTik antara lain:

MTCNA - MikroTik Certified Network Associate
MTCRE - MikroTik Certified Routing Engineer
MTCWE - MikroTik Certified Wireless Engineer
MTCTCE - MikroTik Certified Traffic Control Engineer
MTCUME - MikroTik Certified User Management Engineer
MTCINE - MikroTik Certified Inter-networking Engineer

MTCNA merupakan sertifikasi dasar yang harus diikuti pertama kali karena menjadi syarat utama untuk mengikuti sertifikasi lainnya. Jika Anda berminat Anda dapat mencoba mendaftar langsung di website resmi mikrotik.com. Di sana Anda dapat mencoba soal-soal ujian yang telah disediakan. Jika lulus ujian, Anda akan mendapatkan sertifikat yang diakui secara internasional dan dapat diakses langsung di website MikroTik.